736.000 Guru Honorer Gak Kebagian THR

736.000 Guru Honorer Gak Kebagian THR

736.000 Guru Honorer Gak Kebagian THR

Para pegawai negeri sipil (PNS) bisa bergembira karena akan menerima Tunjangan Hari Raya

(THR) plus gaji ke-13 dalam satu bulan. Tapi, hal ini tak akan dinikmati oleh para pegawai honorer. Mereka tak dapat gaji ke-13, terlebih THR.

Presiden Joko Widodo akhirnya meneken Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2018 tentang pemberian THR 2018 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI/Polri, pensiunan dan penerima tunjangan. THR bagi PNS ini dijadwalkan akan cair pada Juni.

Menteri PAN-RB Asman Abnur menyebutkan negara tak bisa memberi THR dan gaji ke-13

kepada pegawai honorer karena terganjal Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. “Dalam UU ASN itu saya enggak boleh lari. Dalam UU ASN itu hanya ada PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Hanya itu,” kata Asman belum lama ini.

Pegawai honorer yang tak mendapat THR dan gaji ke-13 di antaranya adalah 736.000 tenaga guru honorer. “Karena tidak ada diatur dalam UU. Jadi saya belum berani kalau soal itu,” ujarnya.

Pernyataan lain kemudian muncul dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sri menyebut kebijakan pemberian THR

khususnya bagi para guru honorer tergantung dari kebijakan pemerintah provinsi (pemprov) masing-masing. Artinya, sebagian pegawai honorer tetap akan mendapatkan THR seperti halnya PNS.

Sesuai Pasal 63 PP No 58/2005 dan Permendagri No 13/2006, Pemprov dapat memberikan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) kepada PNSD, termasuk guru, berdasarkan pertimbangan yang objektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD. “Kebijakan pemberian TPP bagi guru di masing-masing daerah berbeda, ada daerah yang memberikan TPP dan TPG/TKG kepada guru namun ada juga daerah yang tidak memberikan TPP, karena guru sudah mendapatkan TPG/TKG,” kata Si Mulyani lewat laman Facebook resminya.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/