Asal Nama Yogyakarta dan Malioboro

Asal Nama Yogyakarta dan Malioboro

Asal Nama Yogyakarta dan Malioboro

Bahasa Sansekerta

Bahasa Sansekerta telah berpengaruh dalam budaya dan sastra Jawa kuno. Sebuah petunjuk tentang asal nama Yogyakarta. Nama “Ngayogyakarta” rupanya berasal dari bahasa Sansekerta Ayodhya (bahasa Jawa: “Ngayodya”), demikian menurut Peter B.R. Carey yang mengungkapkan hal tersebut dalam tulisannya Jalan Maliabara (‘Garland Bearing Street’): The Etymology and Historical Origins of a much Misunderstood Yogyakarta Street Name, yang terbit dalam jurnal Archipel, Volume 27, 1984. Dari penjelasan Carey tersebut, sepertinya kita harus menghormati kearifan pendiri kota ini dengan tetap melafalkan “Yogya” meskipun nama kota ini kerap ditulis sebagai “Jogja”.

Ayodhya, menurutnya, merupakan kota dari Sang Rama, seorang pahlawan India dalam wiracarita Ramayana. Demikian juga dengan nama Jalan “Maliabara”—atau yang biasa ditulis sebagai Malioboro—Carey berpendapat istilah itu diduga diadopsi juga dari bahasa Sansekerta “malyabhara”.

Istilah Sansekerta “malya” (untaian bunga), “malyakarma” (merawat untaian bunga), “malyabharin” (menyandang untaian bunga) menurut Carey dapat ditemukan dalam kisah Jawa kuno. Ketiganya bisa dicari dalam kitab Ramayana abad ke-9, kitab Adiparwa dan Wirathaparwa abad ke-10, dan juga Parthawijaya abad ke-14. Sayangnya, ungkap Carey dalam jurnal tersebut, istilah tersebut tampaknya tidak ditemukan dalam naskah kontemporer yang berkait dengan pendirian Keraton Ngayogyakarta oleh Mangkubumi pada pertengahan abad ke-18.

Suasana Jalan Malioboro pada 1933. Lokasi foto ini sekitar depan Hotel Garuda sekarang.

Namun, pada kenyataannya Jalan Maliabara menjadi rajamarga yang berfungsi sebagai jalan raya seremonial yang membelah jantung kota, menautkan hubungan sakral nan filosofis antara Keraton dan Gunung Merapi. Carey mencoba menengok tradisi dalam kota India dengan jalan raya utama yang membentang dari Timur ke Barat dan dari Utara ke Selatan. Malioboro [Maliabara] membentang dari Selatan ke Utara, dan kemungkinan sebagai rajamarga atau jalan sang raja.

Sebagai jalan raya utama atau rajamarga

segala upacara penyambutan tamu agung sejak gubernur lenderal di zaman Hindia Belanda sampai presiden di zaman sekarang selalu melintasi jalan bersejarah tersebut.

Penjelasan Carey dalam jurnal tersebut secara arif menegaskan kembali bahwa Maliabara bukan berasal dari nama “Marlborough” yang mengacu kepada sosok orang Inggris, John Churchill, First Duke of Marlborough (1650-1722).

Artikel terkait: