Gubernur Jabar Dukung Sistem Zonasi pada PPDB 2019

Gubernur Jabar Dukung Sistem Zonasi pada PPDB 2019

Gubernur Jabar Dukung Sistem Zonasi pada PPDB 2019

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil turut mendukung sistem zonasi

pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Walaupun, beberapa hal yang diterapkan dalam sistem ini perlu dilakukan adaptasi dengan kondisi di setiap daerah di Jawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat saat menjadi pembicara di acara Seminar Grand Design Pembangunan Pendidikan Jawa Barat di Universitas Pendidikan Indonesia pada Desember 2018 lalu. Emil mengatakan bahwa sistem zonasi harus diterjemahkan dengan baik terkhusus bagi daerah-daerah yang tidak sesuai untuk diterapkan sistem itu.

Mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ini menyebutkan

terdapat tiga jalur pendaftaran yang bisa dilalui oleh setiap siswa. Diantaranya adalah 90% dari jalur zonasi, 5 % untuk jalur prestasi, dan perpindahan tugas orangtua sebanyak 5%. Seperti halnya yang tercantum dalam Kementerian Pendidikan Nomor 51 Tahun 2018. Namun, perlu di garis bawahi bahwa peraturan ini tak berlaku untuk SMK, Sekolah swasta, sekola pendidikan khusus, sekolah layanan khusus, sekolah berasrama, dan sekolah terdepan, terluar, dan tertinggal (ST).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, berencana mengonsultasikan bersama dengan Sekretaris Daerah dan Kepala Bagian Hukum untuk membahas serta mencermati Permendikbud. “Pembahasan yang akan didiskusikan mengenai perkiraan terjadinya diskresi,” ujar Kadisdik Kota Bandung, Senin (20/1/2019).

Lebih lanjut, Kadisdik Kota Bandung menyebutkan melalui Diskresi akan turut memberikan

kesempatan Kota Bandung untuk bisa membuat aturan sediri menyola Teknis PPDB. Seperti berhubungn sengan persentase, mengenai lima SMP yang membuka jalur zonasi 50 % dan sisanya adalah prestasi.

“Sekolah tersebut adalah SMPN 2, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 14 dan SMPN 44. Kelima sekolah ini termasuk jauh dari pemukiman warga. Sehingga diragukan peminatnya karan dikhawatirkan terjadi bentrokan dengan sekolah lain yang lebih dekat dengan pemukiman,” ucap Kadisdik Kota Bandung.***

 

Baca Juga :