Kisah Ujian Nasional Berbasis Komputer di Kepulauan Aru Maluku

Kisah Ujian Nasional Berbasis Komputer di Kepulauan Aru Maluku

Kisah Ujian Nasional Berbasis Komputer di Kepulauan Aru Maluku

Kemendikbud — Loisa Kerlele, salah seorang pengawas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

yang juga sebagai guru Kimia SMA XII IPA menjelaskan terdapat 138 siswa yang mengikuti UNBK. “Di sini, terdapat sebanyak 138 siswa yang mengikuti UNBK. Mereka terbagi ke dalam 34 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan 104 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial,” jelasnya di sela-sela Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy di Kepulauan Aru, Maluku, Rabu, (12-4-2017). Terdapat tiga sesi UNBK dengan menggunakan dua ruang kelas yang terdiri dari 27 siswa untuk sesi pertama, 27 siswa untuk sesi kedua dan 25 siswa untuk sesi ketiga.

Lie Ing Chaterine Salay, salah seorang peserta UNBK program studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

menuturkan tidak ada kendala yang menyulitkan ketika mengerjakan soal-soal UNBK. Diakuinya, memang sempat terjadi mati lampu di tengah-tengah pengerjaan soal Matematika di ujian nasional hari kedua (11-4-2017), tapi hal itu tidak menyulitkan dirinya untuk menyelesaikan soal tepat waktu. Meski terkendala padamnya listrik selama setengah jam, peserta ujian nasional tetap tenang di kelas, dan melanjutkan pengerjaan soal sesuai instruksi pengawas setelah kendala listrik telah dapat ditangani.

Menurut siswi yang mengambil peminatan Biologi ini, kepanikan sempat melanda.

“Sempat takut kalau yang dikerjakan hilang, ternyata tidak, dan diminta guru untuk melanjutkan,” imbuhnya.

Pada kesiapan penggunaan komputer, siswi yang akrab dipanggil Lie Ing menceritakan ada persiapan yang dilakukan pihak sekolah, yaitu melalui simulasi penggunaan komputer di awal Maret. “Kami diajarkan dahulu menggunakan komputer untuk UNBK, cara memasukkan user name, password dan pengerjaannya di komputer,” ujarnya.

Siswi yang juga menggemari Matematika ini menambahkan, literasi komputer berlangsung di setiap kegiatan pembelajaran. Sehingga, penggunaan komputer saat UN tidak membuat canggung.

“Ada belajar TIK dengan mengerjakan tugas menggunakan laptop atau komputer di lab seperti belajar memakai aplikasi grafis seperti Corel Draw. Guru pun menjelaskan seringkali menggunakan in focus, hanya Matematika yang pakai menulis di papan tulis,” ujarnya. (Danasmoro Brahmantyo/Anandes Langguana).

 

Sumber :

https://merkterbaik.com/