Lomba Kompetensi Siswa SMK Se-Maluku Berakhir Baik

Lomba Kompetensi Siswa SMK Se-Maluku Berakhir Baik

Lomba Kompetensi Siswa SMK Se-Maluku Berakhir Baik

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat SMK se-Maluku telah berakhir Jumat

(15/8/2014) dan ditutup secara resmi oleh Kabid Dikmen Dikpora Maluku Drs. Meky Lohy, MT mewakili Kadis Dikpora Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si.

Lomba yang diikuti seluruh SMK di Maluku mengalami peningkatan prestasi, dimana SMK yang berasal dari kabupaten seperti SMK Pamahanunusa dari Maluku Tengah, atas nama Sony. F. Leatemia dengan bidang lomba Hotel Accommodation dengan nilai 82, serta Jaituna Holimomba dari SMK Negeri 1 Namlea Kabupaten Buru dengan bidang lomba Post Harvest Technology dengan nilai 88,5 masing-masing mereka meraih peringkat pertama.

Sedang yang berhasil keluar sebagai juara umum yakni SMK Negeri 3 Ambon masing-masing

sebagai peringkat pertama atas nama Fredrik Tomasoa, bidang lomba Joinery dengan nilai 83,52, Johanis Aflaubun bidang lomba Nutica dengan nilai 88,75, serta Facruddin Risaldi Tahir dengan bidang lomba Auto CAD dengan nilai 82.

Usai penutupan Kabid Dikmen Maluku Drs. Meky Lohy, MT kepada wartawan mengungkapkan, kegiatan LKS ini merupakan sebuah wadah yang dilaksanakan pemerintah dalam hal ini Dinas Dikpora secara berjenjang, agar kompetensi yang dimiliki anak dibidang pendidikan tehnis menjadi perhatian yang serius bagi kita semua.

Jika ini dikaitkan dengan Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, salah satu strategi yang dibangun dalam dunia pendidikan yakni, mewujudkan masyarakat Maluku yang sejahtera dan berkualitas.

Karenanya dengan dasar tersebut, makna kegiatan ini tidak semata difokuskan kepada pemenang,

namun yang utama adalah bagaimana kesiapan secara sistem, agar kedepan kita tidak sekedar hanya mengikuti lomba, tapi bagaimana ada sesuatu yang dapat kita torehkan sehingga Maluku yang dikenal sebagai gudang penyanyi dan gudang olah raga agar itu, jangan hanya tinggal kenangan, “ucap Lohy.

Dikatakan, banyak kalangan meragukan tentang mutu dan kualitas pendidikan di Maluku lalu kita menjadi mundur, tapi biarlah itu menjadi cambuk agar kedepan kita berupaya terus agar pendidikan di Maluku menjadi lebih baik dan berkualitas.

Katika ditanya tentang kriteria penilaian Lohy menjelaskan, berdasarkan keputusan dewan juri, ada siswa yang direkomendasikan untuk tidak dikirim mengikuti lomba ketingkat Nasional, karena kondisi siswa tersebut dinilai tidak bisa bersaing ditingkat Nasional, sehingga kedepan perlu dievaluasi dan harus mempersiapkan lebih dini sebaik mungkin terhadap berbagai strategi yang dilakukan terkait dengan tingkat lomba anak-anak ini.

Menurutnya, terkait dengan lomba LKS ini, kita harus melakukan evaluasi secara komperhensif sehingga akar persoalan itu dapat ditemukan, sehingga kedepan kita dapat mengambil langkah strategi, karena bukan pada waktu lomba lalu kita ikut lomba, namun bagaimana kita harus mempersiapkannya dari awal.

Dia mencontohkan SMK Pamahanunusa sebelum berlomba, mereka mempersiapkan diri sedini mungkin, dimana mereka mengirim siswa mereka untuk berlatih di Hotel Amans.

Untuk itu prestasi apapun yang terjadi dalam lomba LKS ini kita harus merasa bangga, karena lebih baik kecil kita bertindak dari pada besar kita merencanakan,”ucap Lohy.(TM04)

 

Baca Juga :