Penyebab dan Cara Mengatasi Blue Screen pada Laptop dan PC

Penyebab dan Cara Mengatasi Blue Screen pada Laptop dan PC

Penyebab dan Cara Mengatasi Blue Screen pada Laptop dan PC

Penyebab blue screen pada laptop  atau PC

Ada beberapa kemungkinan penyebab blue screen pada laptop yang pada dasarnya disebabkan karena kesalahan data tertentu baik data rusak (corrupt) atau data hilang (missing).

Tapi blue screen juga dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Memory / RAM
  •   Socket memory
  •   Harddisk bermasalah
  • Socket harddisk
  • Virus
  •  Data corrupt dan missing atau terhapus tidak sengaja
  •  Uninstall program yang menyebabkan library windows-nya terhapus

Penyebab blue screen pada laptop karena memory / RAM rusak atau kotor

Blue screen atau layar biru dapat disebabkan oleh memory yang rusak atau kotor. Hal ini dapat diketahui dengan mencoba meng-cek memory melalui menu BIOS.

Apabila sudah dapat dipastikan bahwa penyebab blue screen atau layar biru karena kerusakan pada memory baik RAM-nya maupun socketnya, maka kita lepas memory atau RAM tersebut kemudian membersihkan RAM dan kaki-kaki socket sampai bersih.

Apabila setelah dipasang, masih muncul blue screen, maka kita harus mengganti RAM dengan yang beru.

Apabila masih muncul blue screen juga, bisa jadi yang bermasalah adalah socket RAMnya.

Penyebab blue screen pada laptop karena harddisk yang bermasalah

Harddisk yang bermasalah juga dapat mengakitkan blue screen atau layar biru. Hal ini biasanya disebabkan oleh bad sector, data yang hilang baik karena virus maupun terhapus tanpa sengaja atau proses install dan uninstall yang tidak sempurna.

Untuk mengatasi permasalahan pada bad sector; apabila yang bermasalah adalah sector awal atau operating system maka solusinya adalah menganti dengan harddisk yang baru.

Namun apabila permasalahannya disebabkan oleh virus yang mengakibatkan error atau data hilang, maka kita bisa menggunakan antivirus untuk mengatasi atau memperbaiki file yang corrupt, walaupun tidak semua file yang corrupt dapat diatasai dengan anti virus.

Alternatif terakhir adalah meng-install ulang operating system windowsnya.


Baca Artikel Lainnya: