Sejengkal Batang Singkong

Table of Contents

Sejengkal Batang Singkong

Sejengkal Batang Singkong

Sore itu tetangga sebelah rumah mengirimkan sejumlah SINGKONG seraya berucap TERIMA KASIH; Ini adalah KETIGA KALINYA dalam setahun TETANGGA kami mengirimkan SINGKONG. Jumlah yang diberikannya selalu lebih banyak dari sebelumnya. Kadang-kadang sayapun merasa aneh; aneh, karena tiap kali panen SINGKONG mereka selalu membaginya dengan kami, terlebih lagi selalu mengucapkan TERIMA KASIH, seharusnya yang berterimakasih itu yang diberi kan?. Sore itu saya beranikan diri bertanya “Kenapa tiap kali panen, anda selalu membaginya dengan kami?”. Tahu apa jawabannya?

“Terima Kasih karena kala itu pernah memberikan kami SEJENGKAL BATANG SINGKONG!!!!.BATANG itu kami tanam menjadi 1 BUAH POHON SINGKONG yang kemudian POHONNYA kami potong menjadi 10 JENGKAL BATANG SINGKONG; Kami tak tahu bagaimana bisa membalas kebaikan itu, selain membagi hasil PANEN SINGKONG ini”.

Inikah bukti JANJI TUHAN?. “Bersedekahlah kamu maka tuhan akan menggandakannya menjadi 10 kali lipat”. Yah…memang contoh diatas hanyalah SINGKONG, tapi tanpa disadari bahwa SEJENGKAL BATANG SINGKONG telah mengajarkan KEIKHLASAN. Saya bisa menyimpulkan ini, karena anda maupun saya mungkin menganggapnya “TIDAK BERHARGA”, sehingga tak ada sedikitpun RASA SESAL ketika kita memberikan “SEJENGKAL BATANG SINGKONG”. Bisa jadi inilah salah satu alasan mengapa “TUHAN BELUM MENGGANTI” harta yang disedekahkan karena kita belum mampu TULUS dan IKHLAS. Masih ada ganjalan, berupa “wah kalau seandainya tidak aku sedekahkan, bisa aku pakai buat beli….nih”.

Pelajaran yang bisa diambil lagi dari CERITA SINGKONG diatas adalah, bagaimana sang TETANGGA itu bersyukur, dan cara dia bersyukur adalah membagi hasil dengan yang telah memberikannya SEJENGKAL BATANG SINGKONG. “Ah itu kan cuman SINGKONG, membagi hasil PANEN ke orang lain tak akan membuatnya rugi; coba kalau duit mungkin juga tidak akan mau berbagi”. Apakah ada yang berpikiran seperti itu?….Sepertinya orang yang berfikir seperti ini adalah orang yang jarang bersedekah HARTA karena berkonsep untung rugi; kalaupun bersedekah, TUHAN memilih untuk MENUNDA MELIPAT GANDAKAN RIZKINYA. TUHAN baru akan MELIPATKANNYA setelah dia IKHLAS; seikhlas mensedekahkan “SEJENGKAL BATANG SINGKONG”.

Kerabat Imelda
Betapa indahnya dunia jika kita mampu bersedekah mengikuti filosofi “SEJENGKAL BATANG SINGKONG”, menyisihkan sedikit harta dan memberikannya seikhlas layaknya SEJENGKAL BATANG SINGKONG.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/