unsur pembangun karya sastra fiksi

unsur pembangun karya sastra fiksi

 

unsur pembangun karya sastra fiksi

tema, latar, penokohan, alur, pesan, sudut pandang, dan konflik.

Tema merupakan ide dasar cerpen, sedangkan pesan merupakan nilai atau  nasihat yang akan disampaikan penulis kepada calon pembacanya. Tema bersifat umum, misalnya percintaan remaja, persahabatan, petualangan, dan kesetiakawanan sosial. Pesan lebih spesifik atau lebih khusus dan merupakan penjabaran lebih lanjut dari tema.

Latar cerita merujuk kepada latar fisik, psikologis, dan sosial. Latar fisik berupa tempat, lokasi, kota atau lainnya yang secara fisik tampak atau dapat diamati.

Penokohan adalah proses menghadirkan tokoh oleh penulis fiksi. Pengarang atau penulis karya sastra fiksi dapat menampilkan tokoh dengan berbagai cara, di antaranya melalui narasi pengarang, dialog antartokoh, tingkah laku tokoh, penulisan fisik tokoh, komentar tokoh terhadap tokoh lain, penciptaan latar, dan perpaduan dari cara-cara itu.

Alur dan konflik mempunyai hubungan yang sangat erat, selain unsur-unsur yang lain. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membangun keutuhan cerita fiksi. Selanjutnya, rangkaian peristiwa yang terikat oleh latar yang di dalamnya terdapat tokoh secara bersama-sama akan membangun konflik. Secara sederhana, konflik itu dimulai dari adanya pertentangan, menuju klimaks, dan mengarah menuju penyelesaian.

Sudut pandang merujuk pada sudut pandang penulis dalam mendudukkan keseluruhan cerita. Sudut pandang sebagai orang pertama, orang kedua, orang ketiga, dan orang serba bisa akan berpengaruh terhadap jalannya cerita dan akhir dari cerita itu.

Sumber : https://sam-worthington.net/